No products in the cart.
Cara Membedakan Skincare Asli dan Palsu : Panduan Lengkap Agar Tidak Salah Beli
Cara Membedakan Skincare Asli dan Palsu: Panduan Lengkap Agar Tidak Salah Beli

Kenapa Produk Skincare Banyak Dipalsukan?
Pada dasarnya, produk skincare dipalsukan karena ada permintaan besar dan margin keuntungan yang menarik. Ketika produk populer dan cepat laku, oknum tertentu mencoba menjual versi murah yang terlihat mirip tetapi dibuat tanpa standar keamanan. Akibatnya, konsumen berisiko mengalami iritasi, breakout, atau kerusakan kulit lain akibat penggunaan bahan yang tidak aman.
Produk berisiko tinggi dipalsukan meliputi serum, essence, toner, face wash, day/night cream, body lotion, body mask, suplemen herbal (seperti slimming tea/capsule), dan parfum. Semua produk tersebut sering menjadi target karena mudah dipasarkan sebagai “produk instan” atau “produk viral”.
Ringkasan Singkat: Tanda Produk Palsu yang Harus Diwaspadai
-
- Kemasan & label yang buram atau berbeda dari foto resmi.
- Nomor registrasi tidak ada atau tidak valid.
- Harga jauh lebih murah daripada harga pasaran.
- Aroma, warna, atau tekstur produk terasa aneh.
- Penjual tidak transparan soal komposisi, batch, atau asal produk.
1. Periksa Kemasan dengan Teliti
Kemasan adalah petunjuk pertama yang paling mudah dilihat. Perhatikan hal-hal berikut:
- Quality printing: tulisan harus rapi, tepi huruf tidak pecah (no jagged edges), dan warna stabil.
- Barcode & QR: barcode harus dapat discan dengan aplikasi umum; QR code (jika ada) idealnya mengarah ke halaman produk resmi.
- Material kemasan: botol harus kokoh, tutup rapat, dispenser tidak bocor, box/cardboard tidak ringkih.
- Label Bahasa & ejaan: ejaan yang salah atau terjemahan bahasa yang buruk sering ditemui pada produk palsu.
Praktis: simpan foto kemasan produk asli di ponsel. Saat ingin beli, bandingkan kemasan penjual dengan foto resmi tersebut.
2. Cek Nomor Registrasi & Keterangan Resmi
Produk skincare dan suplemen yang aman biasanya punya nomor registrasi resmi (mis. di Indonesia: BPOM). Langkahnya:
- Temukan nomor registrasi pada kemasan (biasanya tulisan seperti “No. BPOM: …”).
- Kunjungi situs pemeriksa resmi (mis. situs pengawas obat & makanan di negaramu).
- Masukkan nomor registrasi, lalu cocokkan nama produk, produsen, dan bentuk sediaan.
Jika nomor tidak terdaftar, berbeda informasi, atau tidak ada sama sekali — jangan gunakan produk tersebut. Ini sangat penting untuk produk seperti serum, night cream, slimming capsule/tea, dan produk yang diaplikasikan lama pada kulit.
3. Perhatikan Harga — Jika Terlalu Murah, Berhati-hatilah
Harga adalah indikator praktis. Produk asli memiliki biaya produksi, uji stabilitas, dan distribusi — sehingga harga masuk akal pada kisaran tertentu. Jika kamu menemukan harga jauh di bawah pasaran, itu tanda bahaya. Oknum penjual memanfaatkan harga murah untuk menarik pembeli tanpa jaminan mutu.
Rule of thumb: Jika harga kurang dari 40–50% dari harga resmi, lakukan pengecekan ekstra: minta foto close-up kemasan, minta nomor batch/exp, dan cek seller.
4. Tes Aroma, Warna, dan Tekstur (Saat Sudah Membuka Produk)
Setelah membuka produk, beberapa tanda produk palsu menjadi lebih jelas:
- Aroma terlalu menyengat: parfum sintetis kuat, bau kimia, atau alkohol berlebihan bisa jadi tanda kualitas bahan rendah.
- Warna tak sesuai klaim: warna terlalu pekat atau kebalikan dari aslinya.
- Tekstur aneh: serum terlalu encer, krim berminyak berlebih, atau face wash yang membuat sensasi panas setelah bilas.
Jangan gunakan produk jika merasa ada sensasi terbakar, perih, atau sangat tidak wajar. Lakukan uji tempel (patch test) di belakang telinga atau area lengan selama 24 jam sebelum memakaikannya di seluruh wajah.
5. Baca Ulasan & Lihat Foto Pembeli
Ulasan pembeli adalah sumber informasi berharga. Perhatikan:
- Ada foto asli dari pembeli atau hanya foto produk stok?
- Ada keluhan iritasi setelah pemakaian?
- Apakah penjual merespons keluhan dengan profesional?
Penjual jujur cenderung memiliki ulasan jangka panjang yang konsisten. Akun baru dengan banyak testimonial “too good to be true” patut dicurigai (bisa jadi testimoni palsu).
6. Kanal Pembelian: Prioritaskan Official Store & Distributor Resmi
Cara paling aman mendapatkan produk asli adalah membeli lewat kanal resmi:
- Website resmi brand atau toko resmi di marketplace (official store),
- Reseller yang sudah terverifikasi dan menyediakan garansi keaslian,
- Toko ritel / klinik resmi yang tercantum oleh produsen.
Hati-hati dengan penjual yang menawarkan “stok banyak dari pabrik” atau “harga grosir super murah” — biasanya ada yang disembunyikan. Saat dalam ragu, minta nomor batch & tanggal produksi lalu konfirmasi ke seller resmi.
7. Perhatikan Label Komposisi & Cara Penggunaan
Produk asli mencantumkan komposisi lengkap (INCI list), petunjuk penggunaan, peringatan, serta informasi produsen. Jika label komposisi tidak jelas, singkat, atau ada istilah yang tidak lazim — waspadai. Untuk suplemen herbal seperti slimming tea/capsule, periksa bahan aktif dan dosage.
8. Bandingkan Batch/No. Produksi & Expiry
Produk asli umumnya memiliki nomor batch dan tanggal kedaluwarsa yang jelas. Batch number memudahkan tracking produksi jika ada masalah. Produk palsu seringkali mencantumkan tanggal yang samar atau stempel yang mudah terhapus.
9. Perhatikan Layanan Purnajual & Garansi
Penjual resmi biasanya memberikan layanan purnajual: retur, refund, atau garansi keaslian. Mereka terbuka pada komplain dan menyediakan kanal komunikasi. Penjual palsu cenderung menghilang atau memberikan alasan saat ada masalah.
10. Waspadai Klaim yang Terlalu Heboh
Jika sebuah produk mengklaim “pemutih instan dalam 1 hari”, “hilangkan flek selamanya”, atau janji-janji berlebihan tanpa dukungan, itu patut dicurigai. Produk yang aman biasanya menyampaikan klaim realistis dan disertai anjuran penggunaan serta disclaimer.
11. Dampak Produk Palsu pada Kulit — Kenapa Harus Diwaspadai
Efek buruk dari skincare palsu bisa ringan sampai berat:
- Iritasi dan kemerahan
- Bruntusan dan jerawat meradang
- Alergi kontak yang parah
- Hipopigmentasi atau hiperpigmentasi
- Kerusakan skin barrier jangka panjang
Beberapa bahan berbahaya yang pernah ditemukan pada produk tidak resmi meliputi merkuri, hydroquinone tanpa kontrol, steroid topikal berbahaya, atau pewarna industri. Itulah kenapa pengecekan keaslian bukan hal sepele.
12. Langkah Saat Kamu Menduga Produk yang Dibeli Palsu
- Hentikan pemakaian segera.
- Dokumentasikan kondisi produk: foto kemasan, foto produk, label, dan nomor batch.
- Jika terjadi reaksi kulit, bilas area dengan air bersih lalu konsultasikan ke dokter kulit.
- Laporkan penjual ke marketplace atau lembaga berwenang bila perlu.
- Bagikan pengalamanmu di review agar pembeli lain waspada.
13. Tips Praktis Biar Tidak Tertipu (Checklist Singkat)
- Bandingkan kemasan dengan foto resmi.
- Cek nomor registrasi di situs pengawas resmi.
- Baca ulasan pembeli asli (foto nyata dan jangka waktu ulasan).
- Periksa harga: jangan tergiur diskon ekstrem.
- Periksa label komposisi dan batch number.
- Beli dari official store atau reseller tepercaya.
- Lakukan patch test sebelum pemakaian penuh.
14. Cara Memeriksa Nomor Registrasi (Contoh Langkah Praktis)
Berikut contoh langkah sederhana yang dapat kamu lakukan jika menemukan nomor registrasi di kemasan:
- Catat nomor registrasi yang tercantum.
- Buka situs pengawas obat & makanan di negara yang bersangkutan.
- Masukkan nomor registrasi tersebut dan lakukan pencarian.
- Pastikan nama produk, bentuk sediaan (krim/serum/toner), dan produsen cocok.
- Jika ada perbedaan, simpan bukti dan tanyakan ke penjual / produsen resmi.
15. Keuntungan Membeli Produk Asli (Untuk Kulit & Ketentraman Pikiran)
Produk asli memberikan jaminan mutu yang penting:
- Komposisi yang teruji & konsisten
- Proses produksi di fasilitas terstandarisasi
- Kontrol stabilitas & keamanan
- Dukungan purna jual & garansi
16. Contoh Praktis: Memilih Produk Perawatan Wajah di Toko Online
Langkah praktis untuk belanja online yang aman:
- Gunakan filter resmi (Official Store) di marketplace.
- Baca minimal 20 ulasan terbaru yang menyertakan foto pembeli.
- Periksa kebijakan pengembalian & garansi keaslian penjual.
- Hubungi customer service sebelum membeli untuk menanyakan nomor batch & detail produksi.
17. Edukasi Konsumen: Bagaimana Menjadi Pembeli yang Lebih Pintar
Menjadi pembeli pintar berarti tidak tergesa-gesa. Simpan data pembelian, bandingkan harga di beberapa kanal resmi, dan jangan mudah percaya iklan dengan janji-janji instan. Edukasi diri melalui sumber terpercaya dan komunitas yang membahas review jujur produk.
18. Peran Brand (Produsen) dalam Mencegah Peredaran Produk Palsu
Brand yang bertanggung jawab biasanya melakukan langkah-langkah pencegahan seperti:
- Verifikasi channel distribusi resmi
- Memberikan list reseller resmi
- Menyertakan QR code untuk cek keaslian
- Menyediakan layanan purna jual & klaim garansi
Ketika membeli, periksa halaman resmi brand untuk daftar penjual resmi atau fitur verifikasi agar lebih aman.
19. Penutup: Prioritaskan Keselamatan Kulitmu
Membedakan skincare asli dan palsu adalah keterampilan penting di era belanja digital. Dengan langkah sederhana: periksa kemasan, cek nomor registrasi, baca ulasan, dan beli dari kanal resmi — kamu bisa meminimalkan risiko dan menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
Ingat: produk yang aman mungkin lebih mahal, tetapi aman untuk kulit dan kesehatanmu. Jangan mempertaruhkan kulit sehat demi harga murah.
Lihat Koleksi Produk Asli Shevada Beauty
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran profesional. Jika terjadi reaksi kulit berat, segera konsultasikan ke dokter kulit.